TROLL.
Troll yang sedang menunggumu

CONGRATULATIONS!

You are now responsible for one little creature

It gets hungry, but worry not because the internet is full of snacks.

Feed it. Grow it. See what it becomes.
ADOPTION IN PROGRESS
Telur Troll yang bersiap menetas

lagi milihin nama...

Troll kamu
YOUR LITTLE MENACE…LURKER
LV1
ATTENTION0 XP
01 / 08YOUR FEED
Troll kamu sedang lapar
i'm hungry... please feed me.

WHAT DO YOU DO?
Troll sedang dianalisis

lagi ngitung keributan...

A GAME BYDelvina RebeccaNIM 502023076delvina.502023076@civitas.ukrida.ac.id
THE PSYCHOLOGY BEHIND IT

WHAT JUST
HAPPENED?

01 / THE BAIT

Attention was the food.

Ketika seseorang terpancing membalas dengan emosi, provokasi mendapat panggung.

02 / THE PATTERN

It wasn't just about being mean.

Trolling tidak selalu berupa makian. Sindiran yang dibungkus candaan, pertanyaan yang seolah tulus, atau komentar yang sengaja membelokkan topik juga dapat memancing pertengkaran.

03 / THE MASK

Behind an anonymous account.

Di balik akun anonim, seseorang bisa merasa lebih sulit dikenali dan lebih bebas berbicara. Hal ini berkaitan dengan online disinhibition, yaitu ketika seseorang lebih berani mengatakan atau melakukan sesuatu di internet daripada saat bertemu langsung.

04 / THE CHOICE

Not every bite needs a reply.

Tidak menanggapi bukan berarti tidak peduli. Memeriksa sumber, melaporkan konten bermasalah, atau memilih berhenti ikut ribut dapat membatasi perhatian yang membuat provokasi terus berputar.

THE FIVE SIGNALS

Aggression

Seberapa kuat pilihanmu menyerang orang atau kelompok lain, mulai dari ejekan personal hingga penghinaan yang menyudutkan.

Biting

Seberapa jauh umpanmu berhasil memancing respons defensif atau marah dari orang lain.

Disruption

Seberapa jauh pilihanmu membelokkan arah pembicaraan, menyeret orang lain ke dalam perdebatan, atau membuat konflik melebar dari persoalan awal.

Deception

Deception menggambarkan tindakan yang sengaja menyesatkan orang lain, misalnya dengan menyamar, berpura-pura mengetahui sesuatu, atau menyampaikan dugaan seolah-olah sudah terbukti.

Restraint

Restraint menjadi penyeimbang empat karakteristik trolling. Hal ini terlihat ketika kamu memilih tidak memperpanjang konflik, misalnya dengan mengecek konteks, membantu lewat pesan pribadi, melaporkan konten bermasalah, menghapus unggahan sendiri, atau berhenti membalas.

YOUR CHOICES