TROLL.
Troll yang sedang menunggumu

CONGRATULATIONS!

You are now responsible for one little creature

It gets hungry, but worry not because the internet is full of snacks.

Feed it. Grow it. See what it becomes.
ADOPTION IN PROGRESS
Telur Troll yang bersiap menetas

lagi milihin nama...

Troll kamu
YOUR LITTLE MENACE…LURKER
LV1
ATTENTION0 XP
01 / 08YOUR FEED
Troll kamu sedang lapar
i'm hungry... please feed me.

WHAT DO YOU DO?
Troll sedang dianalisis

lagi ngitung keributan...

A GAME BYDelvina RebeccaNIM 502023076delvina.502023076@civitas.ukrida.ac.id
THE PSYCHOLOGY BEHIND IT

WHAT JUST
HAPPENED?

01 / THE BAIT

Attention was the food.

Dalam trolling, sebuah komentar dapat sengaja dijadikan umpan untuk memancing tanggapan dan mengubah arah percakapan. Namun, unggahan yang ramai belum tentu menunjukkan bahwa orang lain benar-benar terpancing (Barton & Laffan, 2024; Hardaker, 2010).

02 / THE PATTERN

It wasn't just about being mean.

Trolling tidak selalu berbentuk hinaan terang-terangan. Pelaku dapat menyamarkan niat lewat pertanyaan yang tampak tulus, memancing pertengkaran, atau mengalihkan diskusi dari topik semula. Karena itu, kritik yang disampaikan dengan sungguh-sungguh maupun candaan yang dipahami bersama tidak serta-merta termasuk trolling (Hardaker, 2010).

03 / THE MASK

Behind an anonymous account.

Di internet, seseorang dapat merasa lebih leluasa berbicara ketika identitas dan reaksi orang lain tidak terlihat secara langsung. Kondisi ini berkaitan dengan online disinhibition, yang bisa mendorong keterbukaan positif maupun perilaku yang merugikan. Meski begitu, penggunaan akun anonim tidak dengan sendirinya menunjukkan perilaku trolling (Suler, 2004).

04 / THE CHOICE

Not every bite needs a reply.

Tidak semua provokasi perlu dibalas. Memeriksa informasi, memberikan dukungan secara pribadi, atau melaporkan konten yang melanggar aturan dapat lebih bermanfaat daripada memperpanjang perdebatan. Dalam keadaan tertentu, memilih untuk tidak ikut meramaikan juga merupakan respons yang bijak (Barton & Laffan, 2024).

THE FIVE SIGNALS

Aggression

Serangan verbal yang ditujukan untuk menyudutkan atau merendahkan orang lain, bukan sekadar menyampaikan ketidaksetujuan.

Biting

Umpan yang memancing orang lain bereaksi dengan marah, tersinggung, atau merasa perlu membela diri.

Disruption

Tindakan yang mengganggu jalannya diskusi, mengalihkan pembicaraan dari persoalan awal, atau membuat pertengkaran semakin meluas.

Deception

Upaya menyesatkan orang lain dengan berpura-pura tulus, mengaku memiliki informasi yang sebenarnya tidak dimiliki, atau menyembunyikan maksud di balik suatu tindakan.

Restraint

Pilihan untuk tidak memperpanjang konflik, seperti memeriksa konteks, memberi dukungan secara pribadi, menarik unggahan yang keliru, atau berhenti merespons. Dalam TROLL, dimensi ini menjadi penyeimbang empat karakteristik trolling.

YOUR CHOICES