YOU RAISED

BABY
CONGRATULATIONS!
It gets hungry, but worry not because the internet is full of snacks.

lagi milihin nama...



YOU RAISED

BABYDalam trolling, sebuah komentar dapat sengaja dijadikan umpan untuk memancing tanggapan dan mengubah arah percakapan. Namun, unggahan yang ramai belum tentu menunjukkan bahwa orang lain benar-benar terpancing (Barton & Laffan, 2024; Hardaker, 2010).
Trolling tidak selalu berbentuk hinaan terang-terangan. Pelaku dapat menyamarkan niat lewat pertanyaan yang tampak tulus, memancing pertengkaran, atau mengalihkan diskusi dari topik semula. Karena itu, kritik yang disampaikan dengan sungguh-sungguh maupun candaan yang dipahami bersama tidak serta-merta termasuk trolling (Hardaker, 2010).
Di internet, seseorang dapat merasa lebih leluasa berbicara ketika identitas dan reaksi orang lain tidak terlihat secara langsung. Kondisi ini berkaitan dengan online disinhibition, yang bisa mendorong keterbukaan positif maupun perilaku yang merugikan. Meski begitu, penggunaan akun anonim tidak dengan sendirinya menunjukkan perilaku trolling (Suler, 2004).
Tidak semua provokasi perlu dibalas. Memeriksa informasi, memberikan dukungan secara pribadi, atau melaporkan konten yang melanggar aturan dapat lebih bermanfaat daripada memperpanjang perdebatan. Dalam keadaan tertentu, memilih untuk tidak ikut meramaikan juga merupakan respons yang bijak (Barton & Laffan, 2024).
Serangan verbal yang ditujukan untuk menyudutkan atau merendahkan orang lain, bukan sekadar menyampaikan ketidaksetujuan.
Umpan yang memancing orang lain bereaksi dengan marah, tersinggung, atau merasa perlu membela diri.
Tindakan yang mengganggu jalannya diskusi, mengalihkan pembicaraan dari persoalan awal, atau membuat pertengkaran semakin meluas.
Upaya menyesatkan orang lain dengan berpura-pura tulus, mengaku memiliki informasi yang sebenarnya tidak dimiliki, atau menyembunyikan maksud di balik suatu tindakan.
Pilihan untuk tidak memperpanjang konflik, seperti memeriksa konteks, memberi dukungan secara pribadi, menarik unggahan yang keliru, atau berhenti merespons. Dalam TROLL, dimensi ini menjadi penyeimbang empat karakteristik trolling.